by

KASUS ANAK MEMPERKOSA BALITA UMUR 5 TAHUN DI ACEH !

Kasus anak perkosa anak di Jantho, Aceh Besar, Aceh mulai diadili di Mahkamah Syar’iyah Jantho. Korban yang berusia 5 tahun sangat trauma atas apa yang dialaminya. Di mana pelaku masih anak-anak yang berusia 14 tahun.

Sidang perdana digelar Kamis (30/9) kemarin. Sidang akan dilanjutkan pekan depan.

pelecehan balita 5 tahun
pelecehan balita 5 tahun

“Kasus ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut dan akan digelar kembali minggu depan dengan agenda pemeriksaan saksi ahli yang diajukan Penuntut Umum,” kata Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho, Siti Salwa melalui juru bicaranya Fadlia dalam siaran pers ke wartawan, Jumat (1/10/2021).

“Pasca kejadian anak korban perkosaan mengalami traumatik mendalam di usianya yang sangat belia,” ujarnya.

Siti Salwa menyatakan kasus ini menjadi peringatan untuk kita orang tua dan masyarakat pada umumnya untuk terus memantau gerak-gerik tingkah polah perilaku anak selama masa tumbuh kembangnya. Juga dibutuhkan arahan dan informasi terkait sex education yang tepat terhadap anak di masa pubertasnya agar tidak terjadi penyimpangan.

Sebagaimana diketahui bahwa persidangan kasus pidana anak diatur tersendiri dalam sistem menggunakan UU Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) dalam proses hukum pada anak. Di mana proses peradilannya tidak hanya dimaknai sekedar penanganan anak yang berhadapan dengan hukum semata, namun juga harus mencakup akar permasalahan anak yang melakukan tindak pidana.

pelecehan balita 5 tahun
pelecehan balita 5 tahun

UU ini bertujuan agar dapat mewujudkan peradilan yang benar-benar menjamin perlindungan kepentingan terbaik terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Adapun substansi yang diatur dalam UU SPPA antara lain mengenai penempatan anak yang menjalani proses peradilan dapat ditempatkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) serta pengaturan secara tegas mengenai keadilan restoratif dan diversi.

“Karena sidang pelaku anak maka foto anak, identitas anak pelaku, korban anak, serta alamat anak dan pelaku tidak dapat kami publikasikan karena amanah dari UU SPPA,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed